Smart card adalah suatu penemuan di bidang IT yang telah mempermudah kehidupanmanusia karena mempunyai banyak fungsi dan kemampuannya menyimpan data cardholder. Penggunaannya juga sudah mencakup banyak bidang, dari kesehatan, transportasi, dan keuangan. Perusahaan bisnis juga telah melihat potensi smart card ini dan telah mengembangkan berbagai jenis smart card. Seiring dengan kegunaannya, smart card mempunyai masalah yang penting untuk diperhatikan yaitu keamanannya. Dalam tulisan ini, penulis mencoba mengkaji perkembangan smart card dari jenisnya.
Macam-macam Smart Card dan Karakteristiknya
Smart card dapat dikelompokan berdasarkan:
- Function, yang merupakan perbedaan paling mendasar antara memory card dan microprocessor card.
- Access mechanism, yaitu contact dan contactless.
- Physical characteristic, dilihat dari ukuran dan bentuk
Berikut ini adalah macam-macam jenis smart card yang ada:
1. Memory Card
Smart card yang paling sederhana. Kartu ini hanya mengandung memory circuit yang dapat diakses melalui kontak dengan synchronous protocol. Dalam memory itu terdapat protected area yang hanya bisa diakses jika menerima kode keamanan tertentu. Ada juga pembatasan jika ada aplikasi luar yang ingin mengaksesmemory .
Ada juga beberapa jenis memory card yang menyediakan layanan otentifikasi. Ukuran data yang bisa disimpan di dalamnya tidak terlalu besar, sekitar 100 bits–10 kb. Kartu ini banyak digunakan untuk aplikasi accounting seperti kartu telepon, transportation card dan vending card.
2. Microprocessor Card
Smart card ini mempunyai memory circuit dan microprocessor dalam satu chip. Semua akses ke kartu akan melalui microprocessor. Datanya sendiri baru bisa diakses jika telah melewati semacam security logic. Terdapat sebuah interface untuk I/O yang bisa mempunyai bentuk yang berbeda antar kartu. Dari segi keamanan, microprocessor bisa dibilang sulit untuk dipalsukan. Perkembangannya sekarang ini adalah microprocessor diganti dengan State change. Hal ini dilakukan karena microprocessor sudah tidak terbatas dalam hal kecepatan dan kapasitas memori. State change berisi Programmable Gate Array (PGA) yang berukuran lebih kecil dan dapat mengemulasikan fungsi microprocessor dengan kecepatan yang lebih baik. Sekarang ini, kartu ini juga diberi kemampuan untuk melakukan kriptografi seperti memory-adddress srambling, auto-detection hacking, power-circuit manipulation, dan electron microscopy.
3. Contact Card
Kartu ini merupakan versi awal dari smart card yang beredar di Eropa. Kartu ini adalah smart card yang mempunyai contact chip. Kartu ini harus dimasukkan ke reader untuk melakukan transaksi atau menyampaikan informasi dari kartu ke reader. Kekurangannya adalah:
- Titik contact-nya dapat rusak karena sering digunakan, reader yang jelek, atau tergesek di kantong.
- Ujung microcircuit dapat rusak jika kartu bengkok atau ditekan terlalu keras.
- Mudah diserang melalui titik contact kartu.
- Kerusakan yang terjadi di alat contact reader yang merupakan alat mekanis karena pemakaian yang tidak baik atau karena serangan fisik.
4. Contactless Card
Kartu ini adalah jenis smart card yang menggunakan frekuensi radio (RF) untuk bertukar informasi. Jadi kartu ini tidak perlu kontak fisik ke reader/terminal untuk bertukar informasi. Kartu ini mengandung microcircuit yang tertutup di dalam kartu, sehingga kartu ini hanya perlu didekatkan dengan reader tanpa kontak langsung untuk bertukar informasi. Kontak antar kartu dan reader tergantung pada kepekaan reader. Banyak dipakai untuk transaksi yang menekankan pada unsur kecepatan, terutama di industri transportasi.
Kelebihannya adalah:
- Lebih dapat diandalkan.
- Maintenance lebih sedikit daripada contact card.
- Lifespan-nya lebih lama daripada contact card
Sedangkan kekurangannya antara lain:
- Tidak cocok untuk pertukaran data yang besar.
- Ukurannya lebih besar daripada contact card dan belum ada ukuran standar.
- Jumlah manufaktur pembuat sedikit sehingga jenis kartunya terbatas.
- Harganya relative lebih mahal daripada contact card.
5. Hybrid Card
Smart card yang menggunakan dua teknologi yang ada di contact card dan contactless card. Sehingga terdapat alat contact dan antena dalam satu kartu. Kartunya sendiri ada yang menggunakan satu microprocesor dan ada juga yang menggunakan dua microprocessor. Kartu jenis ini dibuat untuk membuat pengguna bisa memakai kartunya di banyak aplikasi. Ada pula istilah combi card yang sejenis dengan hybrid card tapi membutuhkan suatu alat yang dinamakan pouch untuk mengubah fungsi contact card menjadi contactless card . Dan alat contact-nya adalah antena yang terdapat dari pouch sedangkan media transmisi yang digunakan adalah gelombang radio. Tingkat keamanan hybrid card lebih baik daripada combi card karena gelombang radio sangat mudah untuk disusupi dan hal ini akan mengurangi tingkat keamanan kartu.
6. Subscriber Identity Module (SIM) Card
Smart card kecil dan dapat diprogram berisi kunci identitas subscriber ke layanan selular. Kunci ini digunakan untuk identitas ke digital mobile service dan jenis layanan yang dipakai. SIM card ini bisa dipasang permanent ke teleponnya atau yang removable. SIM ini berguna untuk kunci keamanan yang dipakai oleh jaringan GSM.
7. Removable User Identity Modul (R-UIM) Card
Smart card yang fungsinya sama dengan SIM card tetapi untuk telepon dengan teknologi CDMA. Kartu ini memungkinkan komunikasi antar kedua jaringan.
8. Universal subscriber Identity Module (USIM) Card
Pengembangan dari SIM card yang akan digunakan di teknologi jaringan 3G. kartu ini akan dimasukan di peralatan 3G dan digunakan untuk otentifikasi jaringan dan fungsi lainnya

