Home » , » Macam-macam Baterai Ponsel dan Karakteristiknya

Macam-macam Baterai Ponsel dan Karakteristiknya

Baterai yang digunakan untuk ponsel adalah jenis baterai rechargeable (dapat di isi kembali ). Hingga saat ini baterai yang umumnya di gunakan pada peralatan portable seperti ponsel adalah :

  • Nickel
  • Cadmium ( NiCd )
  • Nickel
  • Metal
  • Hydride (NiMH )
  • Lithium
  • Ion ( Li -Ion )
  • Lithium
  • Polymer ( Li-Polymer )
  • Direct Methanol Fuel Cell ( DMFC )


Baterai NiCd

Baterai Nickel Cadmium (NiCad) yang diproduksi pertama kali tahun 1946, terbuat dari campuran Nikel dan Cadmium. Baterai NiCD adalah tipe rechargeable baterai paling lama yang ada di dunia, dan karena kapasitasnya yang besar, maka baterai ini dipilih untuk ponsel-ponsel lama yang menggunakan tenaga besar.

Karakteristik baterai NiCd (i) :
  • Nominal satu sel baterai NiCd adalah 1,2 volt.Baterai yang bertegangan nominal lebih tinggi berisi beberapa sel yang di hubungkan seri.
    Kelebihan baterai NiCd di bandingkan ketiga jenis lainnya adalah kemampuannya dalam menangani beban tinggi, selain itu baterai NiCd 5x lebih cepat di charge di bandingkan dengan baterai NiMH atau 20x lebih cepat di bandingkan dengan baterai Lithium, karena bisa menggunakan fast charger.
    Kelemahan baterai ini di bandingkan dengan baterai Lithium adalah kapasitas simpan yang rendah, ratio daya/berat yang lebih rendah dan adanya efek memory. Selain itu baterai NiCd yang telah di charge dapat kosong sendiri (self discharging ) walaupun tidak di pakai. sekitar 22% energinya hilang dalam 24 jam. 
  • Baterai NiCd yang sudah lemah tidak boleh langsung di charge. Baterai NiCd. 

Karakteristik baterai NiCd (ii) :
  • Baterai NiCd harus di kosongkan dulu sampai benar-benar habis sebelum di charge.
  • Jika di isi lebih dari 10 jam dengan arus rendah akan cepat lemah karena ada efek memory, baterai tidak mampu bekerja walaupun terisi penuh, hal ini terjadi karena pengendapan kristal logam pada elektroda negatif sehingga kapasitas baterai akan berkurang, impedansi ( Tahanan dalam ) meningkat sehingga terjadi drop tegangan pada saat di bebani baterai hanya berfungsi sebentar.

Baterai NiMH
  • Baterai Nickel-Metal Hydride (NiMH) yang dikembangkan akhir tahun 1980 adalah pengembangan baterai NiCad dan merupakan generasi baru dari rechargeable battery, keuntungannya dibanding battery NiCD adalah beratnya yang lebih ringan serta memory effect yang bersifat temporary, tetapi memory effect ini bisa menjadi permanen bilamana proses charging yang dilakukan tidak benar.
    Untuk battery baru, usahakan charge battery NiMH paling tidak 12 jam untuk kali pertama, sedang untuk selanjutnya charge battery anda sesuai dengan petunjuk yang datang bersama ponsel anda plus sedikit tambahan (sekitar 30-60 menit) untuk memberikan kesempatan bagi battery NiMH untuk melakukan "trickle charge".
    Usahakan pengisian dilakukan pada saat battery sudah benar-benar habis, dan tidak perlu melakukan discharge di desktop charger untuk pengisian selanjutnya seperti layaknya battery NiCD, dan bila suatu saat anda merasa terburu-buru dan tidak sempat menghabiskan battery NiMH anda, anda bisa melakukan charging walaupun pada saat tersebut battery anda belum benar-benar habis, konsekuensinya pada saat digunakan maka battery NiMH anda akan terasa cepat habis, tapi hal ini hanya berlangsung secara temporer karena bila anda sudah benar-benar menghabiskan battery anda, dan anda melakukan charging lagi, maka performa battery anda akan kembali seperti semula.

Karakteristik Baterai NiMH :
  • Tegangan nominal satu sel baterai NiMH adalah 1,2 volt
  • Self dischargingnya lebih kecil di bandingkan baterai NiCd, tergantung dari Typenya sekitar 6 –16% energi akan hilang dalam 24 jam.
  • Cara charging yang salah akan mengakibatkan baterai tidak bekerja normal, meskipun baterai terisi penuh tetapi akan menyatakan habis walaupun di gunakan sebentar. (tegangan terukur normal tapi langsung drop ketika di bebani ). Keadaan tersebut di sebut Lazy Battery.
  • Baterai NiMH dapat menyimpan energi 2x lebih banyak di bandingkan dengan baterai NiCd.

Li –Ion

Keunggulan battery ini adalah tidak adanya memory effect pada saat charging sehingga tidak perlu menunggu battery ini habis baru melakukan charge. Battery baru harus dicas sesuai dengan petunjuk atau sampai lampu/indikator ponsel anda menandakan battery full, setelah itu segera lepas charger anda, demikian juga untuk selanjutnya anda tidak perlu melakukan over charge untuk mendapatkan trickle charge seperti pada battery NiCD dan NiMH, karena pada battery Lithium tidak ada istilah trickle charge, bahkan overcharge battery lithium ion bisa menurunkan kemampuannya.
  • Walaupun tidak ada memory effect pada battery jenis ini, anda sebaiknya melakukan charging pada saat battery ini sudah habis atau indikator ponsel anda sudah menunjukkan "battery low", ini dikarenakan battery Lithium Ion memiliki "life cycle" (umur charging) yang lebih sedikit dari battery jenis NiCD dan NiMH, dan
  • tiap kali anda melakukan charging akan dihitung sebagai 1 kali, sehingga merupakan pengurangan umur baterai,  tidak peduli anda melakukan charge sampai penuh atau tidak.

Karakteristik Baterai Li –Ion :
  • Tegangan nominal Baterai Li –Ion adalah 3,6 volt.
  • Elektrolit dalam baterai Li –Ion sangat reaktif, bocornya dapat mengakibatkan karat pada peralatan.
  • Baterai Li –Ion ditempatkan dalam cassing logam yang stabil dan kuat
  • Microcontroller dan sensor-sensor di pasang pada cassing untuk mencegah panas berlebihan dan overcharging.
  • Kerapatan energi baterai Li –Ion mampu menyimpan energi 3x lebih banyak di bandingkan dengan baterai NiCd.
  • Baterai Li –Ion tidak memiliki efek memory maupun Lazy Battery sehingga baterai tidak perlu di kosongkan sebelum di charge.
  • Self discharging juga lebih kecil yaitu sekitar 10% dalam 24 jam.
  • Impedansi ( tahanan dalam ) baterai Li –Ionlebih tinggi dibandingkan denga NiCd dan NiMH, yaitu 200 –250 mili Ohm. Akibatnya baterai cepat menjadi panas dan tegangannya drop jika di bebani terlalu berat.
  • Lithium sangat reaktif, bahan kimia di dalam baterai akan terurai dengan sendirinya dan setelah 2 tahun baterai menjadi tidak dapat di gunakan lagi walaupun baterai tersebut di simpan saja.

Untuk saat ini memang paling mudah mencari baterai ponsel jenis Li –Ion. Mereknya pun sangat banyak dan bervariasi. Konsumen sering menyebutkan dengan istilah baterai orisinal dan baterai non –orisinal.
Baterai orisinal (Ori) Adalah baterai yang resmi dikeluarkan vendor ponsel untuk ponsel tipe tertentu. Baterai ini memiliki kode atau nomor seri yang menunjukkan informasi asal pabrik dan tahun pembuatannya.
Baterai non orisinal (non -ori) Merupakan baterai yang dibuat oleh pihak lain yang tidak ada hubungannya dengan produsen ponsel. Produsen baterai non-ori hanya membuat baterai dengan jenis, ukuran dan kapasitas yang cocok dengan ponsel tertentu. Karena itu, umumnya baterai non-ori lebih banyak ditemukan pada merek ponsel yang laris seperti Nokia.
  • Pabrik pembuat baterai non-ori yang utama adalah Cina, dan ada sedikit dari Taiwan. Meski demikian, produsen baterai original (Nokia, Motorola, Sony Ericsson) juga memesan baterainya ke Cina untuk mendapatkan harga murah. Tentu saja mereka mensyaratkan standar, spesifikasi dan kontrol kualitas yang tinggi terhadap baterainya, karena terkait langsung dengan citra dan kinerja ponselnya.
  • Sifat utama baterai non-ori adalah harganya sangat murah. Sebagai contoh, harga baterai Nokia 6600 BL-5C asli Rp 240.000, sedangkan baterai non-ori berkualitas baik dengan jenis, ukuran dan kapasitas yang sama persis, harganya hanya Rp 60.000. Baterai non-ori ini juga bermacam-macam kualitasnya, mirip istilah aksesoris mobil. Istilah KW1 untuk baterai non-ori kualitas terbaik dengan harga 25% baterai original, KW2 dengan harga sekitar 15% hingga KW3 yang sekitar 10% harga baterai asli.
  • Dengan harga yang berbeda sangat jauh itu, tentu saja ada yang dikorbankan. Ada tiga hal bisa dikorbankan untuk membuat baterai yang jauh lebih murah, yaitu mengurangi margin keuntungan, mengurangi kapasitas (daya tahan) dan menghilangkan pemutus arus (battery charge controller), sebuah komponen kecil yang ditanam dalam baterai untuk menghentikan proses pengisian jika baterai dianggap telah penuh.
  • Tanpa adanya pemutus arus ini baterai beresiko panas berlebih dan dalam kondisi yang mendukung, baterai bisa meledak.

Li–Polymer

Ini adalah generasi terbaru dari rechareable battery, keunggulannya adalah ramah terhadap lingkungan, sedang kemampuan lainnya sama persis dengan battery Lithium Ion.Untuk perawatan battery Lithium Polymer ini sama persis dengan battery Lithium Ion, hanya saja "handling" battery Li-Poly harus sedikit hati-hati mengingat sifatnya yang liquid sehingga bisa mengakibatkan bentuk battery bisa berubah karena tekanan.

Karakteristik baterai Li –Polymer :
  • Nominal baterai Li –Polymer adalah 3,6 volt.
  • Elektrolit dalam baterai Li –Polymer berbentuk padat dan tidak reaktif sehingga menyederhanakan cassing baterai.
  • Baterai Li –Polymer dapat dibuat dalam ukuran yang sangat tipis dan flexible sehingga cocok di gunakan dalam peralatan berukuran mini.
  • Di bandingkan dengan baterai Li –Ion dengan kapasitas yang sama,baterai Li –Polymer bobotnya lebih ringan 10 –15%.
  • Baterai Li –Polymer lebih cepat kehilangan kapasitasnya.

Baterai DMFC

Baterai ini merupakan baterai yang materialnya menggunakan fuel cell yaitu berupa cairan di mana komposisinya berupa fuel hidrogen dengan campuran oksigen untuk memproduksi elektrik power, panas dan cair. Hasil dari reaksi kimia yang terjadi menghasilkan kepadatan energi yang tinggi. Hal inilah yang menjadi keunggulan DMFC di banding dengan baterai Lithium Ion. Baterai DMFC memiliki 10x improvement dalam kepadatan volumetrik energy.

NiCd

Untuk baterai jenis NiCd mempunyai kapasitas yang besar namun mempunyai 'Memory Effect'. Pengisian baterai harus dilakukan setelah dayanya sudah benar-benar habis. Kalau tidak, baterai akan menurun kapasitasnya.

NiMH

Sedangkan untuk jenis baterai NiMH masih mempunyai 'memory effect' walaupun hanya sementara. Namun pengisian ulang tak perlu menunggu sampai daya benar-benar terkuras. Namun pengisian tersebut berdampak baterai akan terasa cepat habis.