Inilah 7 CMD Command yang Seringkali Dieksploitasi Para Hacker. Bagi pengguna komputer pribadi awam, mungkin salah satu tools bawaan sistem operasi Windows ini tampak aneh dan membosankan: sebuah kota hitam pekat dengan deretan huruf aneh yang membosankan.
Nama tool ini adalah Command Prompt, biasa disingkat CMD. Walau tampilannya tidak manis dan tidak bisa diklik dengan mouse, tool ini sangat berguna. Bagi yang ingin mengetahui jerohan OS window atau malah ingin meretas sistem suatu komputer, maka tools ini adalah salah satu jalan masuknya.
CMD adalah sebuah tools bawaan OS Windows yang berisi perintah DOS, yang jika digunakan dengan benar akan membawa Anda memasuki sistem Windows secara lebih dalam (secara offline atau pun online) jika dibandingkan dengan menggunakan cara umum melalui klik mouse misalnya. Tools ini tidak hanya ada di OS Windows, pada OS Linux ada pula dengan nama Terminal, fungsinya sama dengan tools CMD.
Jika Anda penasaran dengan fitur CMD, maka cara membukanya adalah dengan menekan kombinasi tombol tombol Windows+R bersamaan hingga terbuka jendela kotak Run, kemudian ketikan CMD dan enter. Maka tools CMD pun terbuka.
Perintah-perintah CMD yang paling sering digunakan para Hacker
Lantas perintah-perintah apa sajakah yang seringkali digunakan para para peretas melalui CMD? Berikut ini adalah jawabannya. (baca juga : Deretan Software Hack Tools yang Biasa Digunakan Para Hacker )
1. Ping
Ping adalah program dasar internet yang memungkinkan penggunanya untuk menguji bahwa suatu alamat IP/domain tertentu memang sedang aktif dan bisa menerima permintaan sambungan komunikasi. Ping digunakan untuk memastikan bahwa komputer yang ingin dihubungi pembuat ping memang benar-benar beroperasi. Ping memiliki banyak manfaat yang sering dimanfaatkan para peretas atau hacker. Pada saat Anda melakukan ping, secara default Windows akan mengirim empat paket kode pada sasaran misalnya ping x.x.x.x; x adalah alamat IP (Internet Protocol). Sebagai contoh, jika Anda penasaran dengan IP Google, Anda bisa ping 8.8.8.8 (jika ingat angka IP address-nya; dan jika tidak tahu, ping www.google.com.
2. Tracert.
Jika Anda ingin melacak jalur arah data menuju host/IP tertentu di internet, maka Anda bisa menggunakan command ini. Misalnya setelah Anda melakukan ping pada Google namun tidak mendapat response, maka Anda bisa menggunakan command ini untuk melacak di jalur jaringan telah terjadi masalah yang menyebabkannya. Anda bisa mengetikkan tracert 8.8.8.8 (alamat IP Google); atau tulis saja tracert www.google.com pada CMD. Fitur tracert ini ada pada hampir semua perangkat jaringan termasuk router, modem, wireless AP, server, atau OS Linux.
3. Nslookup
Nslookup sangat berguna untuk mengetahui ip suatu domain. Lain daripada itu, ada banyak kegunaan lain dari command ini, misalnya untuk memeriksa masalah jaringan yang terkait dengan DNS (Domain Name Server, server nama domain, tanpanya domian tak bisa menterjemahan domain kemjadi alamat IP).
Misalkan Anda ingin mengetahui alamat IP suatu URL website, maka Anda bisa membuka CMD dan mengetikkan perintah nslookup. Jadi jika Anda ingin mengetahui alamat IP Goggle misalnya, maka Anda tinggal mengetikkan nslookup www.google.com.
4. Ipconfig
Command Ipconfig Anda gunakan untuk mengetahui informasi IP atau informasi jaringan yang ada di network adapter. Fungsi lain dari command itu adalah untuk mereset ulang jaringan saat ada permasalahan koneksi pada jaringan berbasis protokol DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol).
5. ARP
ARP (Address Resolution Protocol) merupakan protokol yang bertugas untuk membuat peta alamat IP menjadi alamat MAC. Protokol ini menjadi penghubung antara IP layer dan data link pada TXP/IP. ARP digunakan pada semua komunikasi berbasis Ethernet.
6. Netstat
Command netstat memiliki kegunaan bisa memberikan keterangan statistik terkait koneksi jaringan ke komputer yang sedang Anda pakai. Bentuknya mungkin mirip dengan Task Manager di komputer, hanya saja netsat menampilkan keterangan jaringan yang sedang dipakai plus bberapa keterangan lain seperti port dan alamat IP-nya.
7. Route
Anda bisa menggunakan command Route jika ingin melakukan routing atau membuat jalur baru sebuah ke komputer ke suatu jaringan (umumnya WAN atau LAN). Dengan command ini, Anda bisa pula mengetahui keterangan tentang gateway, proses lalulintas jaringan, arah jaringan, serta informasi jalur host.
Demikian adalah 7 perintah CMD yang umum sering digunakan para hacker saat menjalankan aktifitasnya. Semoga bisa menambah pengetahuan.

