Inilah Merek-Merek Smartphone yang Paling Sering Dikeluhkan Penggunanya. Smartphone android merupakan salah satu ponsel yang paling diminati di kalangan masyarakat daripada smarphone berbasis sistem operasi lainnya. Para produsen pun berlomba-lomba untuk menciptakan ponsel pintar ini. Harganya pun cukup bervariatif. Ada yang menjual di bawah 1juta. Tentunya ada penekanan spesifikasi sehingga perfomanya masih kalah dibandingkan smartphone android yang memiliki harga diatas 2 juta.
Masyarakat semakin konsumtif terhadap android. Hal ini mendorong Operating System melakukan sebuah survey terhadap pengguna android dan sistem operasi lain. Dan yang bahan survey adalah brand smartphone yang sering dikeluhkan pengguna. Dibandingkan dengan sistem operasi lainnya, android mendominasi pasar sekitar 80% pengguna. Dan hasilnya 85% keluhan berasal dari platform android. Brand-brand tersebut adalah sebagi berikut :
1.Samsung
Samsung mengusai 22,5% pasar smartphone global. Jadi maklum saja apabila tingkah keluhannya paling tinggi sekitar 27%. Tergolong kategori wajar. Banyak juga ponsel android samsung dijual dengan harga yang relatif terjangkau. Sehingga tentu saja spesifikasinya pun juga tidak dapat mendukung penuh. Terlebih lagi perkembangan pada samsung tergolong cepat. Rilisan type terbaru cepat sekali di lempar kepasaran.
2.Lenovo
Lenovo hanya memiliki penguasaan pasar global dibawah 5%. Dengan tingkat keluhan mencapai 21%. Tergolong cukup tinggi mengingat penguasaan pasar global relatif rendah. Keluhan datang dari performa smartphone android itu sendiri. Spesifikasi yang ditawarkan pada kenyataannya tidak terlalu mendukung performa android, build quality tidak terjaga, hingga kendala vibe UI yang sering menjadi masalah di bandingkan vendor lain. Sehingga peminatnya pun menjadi sedikit.
3.Motorala
Penguasan pasar global yang dimiliki Motorola sama halnya dengan Lenovo dibawah 5%. Dengan total keluhan mencapai 18%. Dari segi body motorola tergolong ponsel yang memiliki ketahanan bagus. Seperti waterproof, tahan terhadap goresan, dll. Namun keluhan datang justru dari kinerja ponsel itu sendiri yang dirasa masih kurang mumpuni oleh para pengguna. Mengingat motorola juga salah satu brand lama namun telah diakuisisi oleh Lenovo, sehingga mempengaruhi ketertarikan pengguna terhadap brand ini.
4.Xiaomi
Pada awal kemunculan xiaomi menjadi vendor smartphone baru yang menarik perhatian di pasar global. Selama kurun waktu 2 tahun Xiaomi tercatat memiliki penguasaan pasar sebesar 5% dengan angka keluhan mencapai kurang dari 11%. Rata-rata keluhan yang menjadikan xiami memiliki angka survey tersebut adalah built quality smatphone low end pada milik penggu. Selain itu lambatnya ketersediaan MIUI di pasar global juga menjadi faktor. Namun konsistensi vendor xiaomi sangat terjaga dengan melakukan pengembangan secara ter-merus pada smartphone android kelas low end dan high end yang di lempar kepasaran.
5.Asus
Smartphone android pertama yang menawarkan harga terjangkau dengan spesifikasi yang baik adalah brand Asus melalui seri ZenFone. Chipset Intel yang terpasang pada ponsel dilengkapi dengan teknologi Hyperthreading. Teknologi ini sangap mempengaruhi performa sehingga menjadi lebih cepat. Kekurangan dari teknologi yang dihadirkan pada chipset Intel yaitu berkurangnya daya tahan baterai sehingga menyebabaknan baterai mudah habis serta ponsel menjadi sering panas. Sehingga berpengaruh pada daya beli pengguna terhadap brand Asus. Tercata Asus hanya menguasai kurang dari 5% pasar global dan memiliki angka keluhan mencapai 8%.
Brand-brand diatas merupakan vendor yang paling diminati di Indonesia. Tapi jangan underestimate terlebih dahulu. Menurut Operating System sebagai penggagas survey ini, masalah yang diakibat oleh performa smartphone android bukan hanya terletak pada produksi ponsel semata.
Keteledoran dari para pengguna juga menjadi faktor. Mulai dari cara pengisian baterai yang salah dan juga pengguna tidak melakukan update aplikasi yang mengakibatkan ponsel sering crash atau hang. Jadi memperhatikan cara penggunaan ponsel juga harus menjadi hal yang perlu diperhatikan agar smartphone pengguna tetap awet. Baca : Tips Jitu Agar Baterray Android Mengisi dengan Cepat
1.Samsung
Samsung mengusai 22,5% pasar smartphone global. Jadi maklum saja apabila tingkah keluhannya paling tinggi sekitar 27%. Tergolong kategori wajar. Banyak juga ponsel android samsung dijual dengan harga yang relatif terjangkau. Sehingga tentu saja spesifikasinya pun juga tidak dapat mendukung penuh. Terlebih lagi perkembangan pada samsung tergolong cepat. Rilisan type terbaru cepat sekali di lempar kepasaran.
2.Lenovo
Lenovo hanya memiliki penguasaan pasar global dibawah 5%. Dengan tingkat keluhan mencapai 21%. Tergolong cukup tinggi mengingat penguasaan pasar global relatif rendah. Keluhan datang dari performa smartphone android itu sendiri. Spesifikasi yang ditawarkan pada kenyataannya tidak terlalu mendukung performa android, build quality tidak terjaga, hingga kendala vibe UI yang sering menjadi masalah di bandingkan vendor lain. Sehingga peminatnya pun menjadi sedikit.
3.Motorala
Penguasan pasar global yang dimiliki Motorola sama halnya dengan Lenovo dibawah 5%. Dengan total keluhan mencapai 18%. Dari segi body motorola tergolong ponsel yang memiliki ketahanan bagus. Seperti waterproof, tahan terhadap goresan, dll. Namun keluhan datang justru dari kinerja ponsel itu sendiri yang dirasa masih kurang mumpuni oleh para pengguna. Mengingat motorola juga salah satu brand lama namun telah diakuisisi oleh Lenovo, sehingga mempengaruhi ketertarikan pengguna terhadap brand ini.
4.Xiaomi
Pada awal kemunculan xiaomi menjadi vendor smartphone baru yang menarik perhatian di pasar global. Selama kurun waktu 2 tahun Xiaomi tercatat memiliki penguasaan pasar sebesar 5% dengan angka keluhan mencapai kurang dari 11%. Rata-rata keluhan yang menjadikan xiami memiliki angka survey tersebut adalah built quality smatphone low end pada milik penggu. Selain itu lambatnya ketersediaan MIUI di pasar global juga menjadi faktor. Namun konsistensi vendor xiaomi sangat terjaga dengan melakukan pengembangan secara ter-merus pada smartphone android kelas low end dan high end yang di lempar kepasaran.
5.Asus
Smartphone android pertama yang menawarkan harga terjangkau dengan spesifikasi yang baik adalah brand Asus melalui seri ZenFone. Chipset Intel yang terpasang pada ponsel dilengkapi dengan teknologi Hyperthreading. Teknologi ini sangap mempengaruhi performa sehingga menjadi lebih cepat. Kekurangan dari teknologi yang dihadirkan pada chipset Intel yaitu berkurangnya daya tahan baterai sehingga menyebabaknan baterai mudah habis serta ponsel menjadi sering panas. Sehingga berpengaruh pada daya beli pengguna terhadap brand Asus. Tercata Asus hanya menguasai kurang dari 5% pasar global dan memiliki angka keluhan mencapai 8%.
Brand-brand diatas merupakan vendor yang paling diminati di Indonesia. Tapi jangan underestimate terlebih dahulu. Menurut Operating System sebagai penggagas survey ini, masalah yang diakibat oleh performa smartphone android bukan hanya terletak pada produksi ponsel semata.
Keteledoran dari para pengguna juga menjadi faktor. Mulai dari cara pengisian baterai yang salah dan juga pengguna tidak melakukan update aplikasi yang mengakibatkan ponsel sering crash atau hang. Jadi memperhatikan cara penggunaan ponsel juga harus menjadi hal yang perlu diperhatikan agar smartphone pengguna tetap awet. Baca : Tips Jitu Agar Baterray Android Mengisi dengan Cepat

